The Light my Fire (indoneisa Light Novel)
Title
Light my Fire
genre : action, mystery , romance, supernatural,fantasy
Prolog
Sesuai janji aku kembali pada mu,
Apapun yang terjadi aku tak kan pernah menjauh atau meninggalkan mu,
Akan ku terima semua kutukan dan akan aku buka jalan untuk membuka masa depan
itulah janjiku.. Riku.
chapter 1 ( Kehangatan di jiwa)
Bagian 1
Di bawah lagit sore dimana warna langit mulai berubah menjadi orange.
Cahaya matahari sore menembus dengan mudah di sebuah padang rumput.
--Akhirnya kita bertemu lagi Riku.
Di dalam kepala Riku berkumandang suara yang sepertinya pernah ia dengar sebelumya,
Suara yang penuh dengan kehangatan.
Di depan matanya berdirilah seorang gadis, Ia begitu cantik, Bahkan luar biasa cantik,
Rambutnya yang hitam sepadan dengan pakaian yang serba hitam, Iris matanya ungu seperti sebuah permata,
Kulitnya yang putih mulus bagaikan air susu.
Eliza...
..a, Ap-apa yang sebenarnya sedang terjadi..?
Riku hanya diam dengan tetesan air mata di wajahnya.
"Eliza, Apakah ini kau..?"
Dengan nada sedih dan air mata yang masih mengalir Riku mendekat dan memeluk gadis itu.
"Ya, Maafkan aku telah meninggalkan mu waktu itu.."
Riku teridam untuk beberapa saat, Ia bahkan belum mengerti apa yang sedang terjadi.
Dengan masih memeluk gadis itu, Sekilas sebuah ingatan muncul.
Terlihat desanya penuh dengan kobaran api. tangisan dan teriakan terdengar dimana-mana, beberapa dari mereka ada yang di injak-injak, sifat kemanusiaan mereka seakan menghilang, raut wajah mereka penuh dengan ketakutan.
--Mereka berlari mejauhi sesuatu.
..ah.
Tersadar oleh ingatan yang muncul, Riku memeluk Eliza menjadi lebih erat,
Bersamaan dengan itu ingatan yang tidak ingin ia lihat muncul.
Seorang anak kecil dengan pakaian yang di balut oleh api berjalan dan membakar apapun yang ia lalui,
Dengan penuh kesenangan terlihat anak kecil itu tertawa saat membunuh orang yang tidak berdosa, Itu sangat menakutkan, Bahkan
lebih menakutkan dari mimpi buruk, Sangat mengerikan itu yang mungkin tergambarkan.
....ah..
Riku tersadar untuk kedua kalinya, tanganya tampak bergetar , dengan masih memeluk Eliza Riku menahan napas dan bertanya.
"Eliza.."
"Apa yang tadi itu..?"
"Apa yang sebenarya terjadi?"
Beberapa detik berlalu, mata Riku terpejam, oksigen yang mengalir ke otaknya seakan menghilang,
pikiranya masih kacau, ingatan yang terlintas itu benar-benar nyata, untuk seorang Riku hal yang baru ia ketahui sangatlah tidak wajar.
"Aku hanya menunjukan apa yang sebenarnya terjadi..!!"
Sebuah kata yang di ucapkan Eliza begitu tenang. Riku membuka matanya, tanganya yang bergetar nampak telah berhenti,
terlihat airmatanya jatuh mengenai bahu Eliza.
"Apakah kau yang membunuh orang-orang di desa 7 tahun yang lalu.."
Nada suara Riku sangat rendah, mungkin sebagian orang sulit untuk mendengarkan kata-kata itu, namun jarak mereka yang begitu dekat,
Sangat dekat sampai pipi mereka bersentuhan. Eliza mengetahui hal yang dikatakan oleh Riku, ia juga merasakan air mata yang membasahi bahunya, penuh dengan tanda tanya.
Sambil menarik napas panjang, Eliza melirik sedikit ke atas, terlihat ia menggigit bagian bawah bibirnya.
"Ya.. Aku yang membunuh orang-orang di desa waktu itu.."
Riku seakan terkena tegangan tinggi saat mendengar perkataan Eliza itu, perasaannya berubah seketika.
Dengan cepat Riku memegang pundak Eliza dan mendorongnya kedepan, ia masih menangis kepalanya masih menghadap ke bawah.
Terlihat jelas air matanya masih mengalir jatuh menyentuh tanah.
Riku hanya diam, ia bahkan tidak percaya apa yang di katakan oleh Eliza, jantungnya bahakan mau berhenti seakan itu hanyalah sebuah kebohongan.
"Kenapa.. "
"Kenapa.. kau membunuh orang-orang di desa Eliza"
Nada bicara Riku sangat datar, Kepalanya masih menghadap ke bawah, Ia bahkan tak sanggup untuk melihat wajah Eliza.
Uraian air mata yang jatuh seakan menandakan detik-detik yang berlalu.
"Eliza.."
"Eliza.. Jawab Pertanyaan ku....!!"
Dengan nada tinggi Riku bertanya. Nafasnya tidak teratur, pikiran dan batinya tidak tenang penuh dengan kecemasan.
Sambil memegang pundak Eliza yang semakin erat.
"Karena meraka pantas mati..!!!"
Dengan wajah menghadap keatas, Eliza menjawab pertanyaan itu dengan tenang, perasaanya sulit digambarkan,
Eliza hanya memandang awan-awan yang terlintas.
Riku terkejut saat mendengar perkataan itu.
"Apa maksud mu..."
"Pantas Mati..."
"Jangan bercanda, Nyawa mereka , Hidup mereka , Jiwa mereka, Senyuman tangisan kebencian kau ambil begitu saja...!!"
Dengan nada tinggi Riku membalas perkataan Eliza, Air mata kebahagian berubah menjadi kebencian.
Mereka saling bertatapan , terlihat jelas wajah Eliza penuh dengan tatapan kenistaan, sedangkan
Riku menangis dengan penuh kebimbangan.
Cahaya matahari terhalang oleh awan yang melintas, Membuat cahaya menjadi sedikit lebih gelap.
Beberapa detik meraka saling berhadapan, Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka,
Hembusan angin seakan mengutarakan perasaan Eliza.
"Bisakah aku pergi Riku..?"
Dengan nada tenang Eliza berkata.
"Aku takkan biarkan kamu pergi..!!"
Riku menjawab dengan spontan.
"Bisakah kau lepaskan aku...?"
Untuk kedua kalinya Eliza berkata dengan nada tenang.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu..!!"
Riku dengan cepat membalas perkataan itu.
"Jadi jika aku pergi ke tempat yang di sebut neraka apakah kau akan pergi menemuiku..?"
.....
Riku terdiam saat Eliza berkata seperti itu, jantungya seakan berhenti, nafasnya seakan tidak bisa Keluar.
Pikiraanya sangat kosong, Tidak ada satupun jawaban dari kata-kata yang di ucapkan oleh Eliza itu.
..
"Aku telah sampai sejauh ini tuk bertemu denganmu disini Riku."
"Namun kau malah menumpahkan air mata."
"Ku tahu sulit rasanya, Namun itu lah yang hanya bisa aku lakukan."
Perkataan itu cukup untuk membuat Riku bimbang, kata-kata itu seakan penuh dengan teka-teki.
Namun kata-kata terakhir ini membuat semuanya berubah.
"Jadi jangan ubah pandanganmu tentangku, Itu saja yang aku inginkan."
..hushh..
Hembusan angin berhenti seketika. Cahaya matahari yang tertutup awan mulai membebaskan diri,
begitu terang dan hangat menusuk punggung Riku.
Perasanya berubah menjadi Aneh, Detak jantungya menjadi lebih lambat.
Kata-Kata itu seakan menjadi sebuah sandiwara untuk kebohongan.
....Beberapa detik kemudian.
"Riku..."
Dengan suara Lembut Eliza perlahan melepaskan pegangan tangan Riku.
Ekspresinya begitu senang, air matanya keluar dengan sendirinya,
ia menangis dengan tersenyum, matanya seakan mengatakan tolong selamatkan aku.
Riku terdiam , kemarahanya tadi seakan menghilang. Air matanya masih mengalir, perasaanya tidak bisa di jelaskan saat
melihat ekspresi Eliza seperti itu.
Dengan lembutnya Eliza menyentuh wajah Riku dan mengusap air mata yang masih mengalir.
Tubuh Riku bergetar sasaat, Kebimbangan jelas terlihat di wajahnya.
Ia hanya bisa diam, pikiraanya saat ini benar-benar kosong, bahkan bisa diartikan bahwa waktu telah berhenti berputar.
Riku mengahadap kebawah , dengan wajah yang penuh kebimbangan mau mengutarakan sebuah kata-kata.
Eli--
Belum sempat Riku mengatakan kata-katanya, Eliza mendahului perkataan Riku.
"Sudahlah jangan menangis, dan selamat tinggal Riku, maafkan aku tidak menjadi cahayamu dan ....."
Dengan tersenyum Eliza perlahan menghilang menjadi butiran cahaya putih yang hilang di hembuskan angin.
"Eliza...."
"Eliza...."
"Eliza....!!!!"
Riku terjatuh dengan lutut menyentuh tanah, air mata yang baru saja hilang kini keluar kembali, tangisan ini tidak bisa ia hentikan.
Warna langit yang berubah menjadi jingga terasa waktu begitu cepat berlalu,
"Kumohon jangan tinggalkan aku Eliza,"
"Kumohon jangan tinggalkan aku seperti ini."
--Ia selalu menutup kesedihan yang ia rasakan dengan senyuman di wajahnya.
"Kenapa ?"
"Kenapa kau melakukan itu Eliza...!!!!"
Riku berteriak dengan keras, Seakan itu bisa di dengar oleh semua orang.
Tiba-tiba..
Semuanya berubah menjadi hitam seketika, tak ada cahaya yang ada hanya kegelapan.
Riku merasakan tubuhnya jatuh semakin dalam dengan kepala menghadap kebawah.
Tak ada yang bisa ia lihat seperti jatuh kedalam sebuah lobang tapa ujung yang dipenuhi oleh kesendirian.
"Eliza..."
Kata-kata terakhir yang terucap oleh Riku sebelum hilang ditelan kegelapan.
Light my Fire
genre : action, mystery , romance, supernatural,fantasy
Prolog
Sesuai janji aku kembali pada mu,
Apapun yang terjadi aku tak kan pernah menjauh atau meninggalkan mu,
Akan ku terima semua kutukan dan akan aku buka jalan untuk membuka masa depan
itulah janjiku.. Riku.
chapter 1 ( Kehangatan di jiwa)
Bagian 1
Di bawah lagit sore dimana warna langit mulai berubah menjadi orange.
Cahaya matahari sore menembus dengan mudah di sebuah padang rumput.
--Akhirnya kita bertemu lagi Riku.
Di dalam kepala Riku berkumandang suara yang sepertinya pernah ia dengar sebelumya,
Suara yang penuh dengan kehangatan.
Di depan matanya berdirilah seorang gadis, Ia begitu cantik, Bahkan luar biasa cantik,
Rambutnya yang hitam sepadan dengan pakaian yang serba hitam, Iris matanya ungu seperti sebuah permata,
Kulitnya yang putih mulus bagaikan air susu.
Eliza...
..a, Ap-apa yang sebenarnya sedang terjadi..?
Riku hanya diam dengan tetesan air mata di wajahnya.
"Eliza, Apakah ini kau..?"
Dengan nada sedih dan air mata yang masih mengalir Riku mendekat dan memeluk gadis itu.
"Ya, Maafkan aku telah meninggalkan mu waktu itu.."
Riku teridam untuk beberapa saat, Ia bahkan belum mengerti apa yang sedang terjadi.
Dengan masih memeluk gadis itu, Sekilas sebuah ingatan muncul.
Terlihat desanya penuh dengan kobaran api. tangisan dan teriakan terdengar dimana-mana, beberapa dari mereka ada yang di injak-injak, sifat kemanusiaan mereka seakan menghilang, raut wajah mereka penuh dengan ketakutan.
--Mereka berlari mejauhi sesuatu.
..ah.
Tersadar oleh ingatan yang muncul, Riku memeluk Eliza menjadi lebih erat,
Bersamaan dengan itu ingatan yang tidak ingin ia lihat muncul.
Seorang anak kecil dengan pakaian yang di balut oleh api berjalan dan membakar apapun yang ia lalui,
Dengan penuh kesenangan terlihat anak kecil itu tertawa saat membunuh orang yang tidak berdosa, Itu sangat menakutkan, Bahkan
lebih menakutkan dari mimpi buruk, Sangat mengerikan itu yang mungkin tergambarkan.
....ah..
Riku tersadar untuk kedua kalinya, tanganya tampak bergetar , dengan masih memeluk Eliza Riku menahan napas dan bertanya.
"Eliza.."
"Apa yang tadi itu..?"
"Apa yang sebenarya terjadi?"
Beberapa detik berlalu, mata Riku terpejam, oksigen yang mengalir ke otaknya seakan menghilang,
pikiranya masih kacau, ingatan yang terlintas itu benar-benar nyata, untuk seorang Riku hal yang baru ia ketahui sangatlah tidak wajar.
"Aku hanya menunjukan apa yang sebenarnya terjadi..!!"
Sebuah kata yang di ucapkan Eliza begitu tenang. Riku membuka matanya, tanganya yang bergetar nampak telah berhenti,
terlihat airmatanya jatuh mengenai bahu Eliza.
"Apakah kau yang membunuh orang-orang di desa 7 tahun yang lalu.."
Nada suara Riku sangat rendah, mungkin sebagian orang sulit untuk mendengarkan kata-kata itu, namun jarak mereka yang begitu dekat,
Sangat dekat sampai pipi mereka bersentuhan. Eliza mengetahui hal yang dikatakan oleh Riku, ia juga merasakan air mata yang membasahi bahunya, penuh dengan tanda tanya.
Sambil menarik napas panjang, Eliza melirik sedikit ke atas, terlihat ia menggigit bagian bawah bibirnya.
"Ya.. Aku yang membunuh orang-orang di desa waktu itu.."
Riku seakan terkena tegangan tinggi saat mendengar perkataan Eliza itu, perasaannya berubah seketika.
Dengan cepat Riku memegang pundak Eliza dan mendorongnya kedepan, ia masih menangis kepalanya masih menghadap ke bawah.
Terlihat jelas air matanya masih mengalir jatuh menyentuh tanah.
Riku hanya diam, ia bahkan tidak percaya apa yang di katakan oleh Eliza, jantungnya bahakan mau berhenti seakan itu hanyalah sebuah kebohongan.
"Kenapa.. "
"Kenapa.. kau membunuh orang-orang di desa Eliza"
Nada bicara Riku sangat datar, Kepalanya masih menghadap ke bawah, Ia bahkan tak sanggup untuk melihat wajah Eliza.
Uraian air mata yang jatuh seakan menandakan detik-detik yang berlalu.
"Eliza.."
"Eliza.. Jawab Pertanyaan ku....!!"
Dengan nada tinggi Riku bertanya. Nafasnya tidak teratur, pikiran dan batinya tidak tenang penuh dengan kecemasan.
Sambil memegang pundak Eliza yang semakin erat.
"Karena meraka pantas mati..!!!"
Dengan wajah menghadap keatas, Eliza menjawab pertanyaan itu dengan tenang, perasaanya sulit digambarkan,
Eliza hanya memandang awan-awan yang terlintas.
Riku terkejut saat mendengar perkataan itu.
"Apa maksud mu..."
"Pantas Mati..."
"Jangan bercanda, Nyawa mereka , Hidup mereka , Jiwa mereka, Senyuman tangisan kebencian kau ambil begitu saja...!!"
Dengan nada tinggi Riku membalas perkataan Eliza, Air mata kebahagian berubah menjadi kebencian.
Mereka saling bertatapan , terlihat jelas wajah Eliza penuh dengan tatapan kenistaan, sedangkan
Riku menangis dengan penuh kebimbangan.
Cahaya matahari terhalang oleh awan yang melintas, Membuat cahaya menjadi sedikit lebih gelap.
Beberapa detik meraka saling berhadapan, Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka,
Hembusan angin seakan mengutarakan perasaan Eliza.
"Bisakah aku pergi Riku..?"
Dengan nada tenang Eliza berkata.
"Aku takkan biarkan kamu pergi..!!"
Riku menjawab dengan spontan.
"Bisakah kau lepaskan aku...?"
Untuk kedua kalinya Eliza berkata dengan nada tenang.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu..!!"
Riku dengan cepat membalas perkataan itu.
"Jadi jika aku pergi ke tempat yang di sebut neraka apakah kau akan pergi menemuiku..?"
.....
Riku terdiam saat Eliza berkata seperti itu, jantungya seakan berhenti, nafasnya seakan tidak bisa Keluar.
Pikiraanya sangat kosong, Tidak ada satupun jawaban dari kata-kata yang di ucapkan oleh Eliza itu.
..
"Aku telah sampai sejauh ini tuk bertemu denganmu disini Riku."
"Namun kau malah menumpahkan air mata."
"Ku tahu sulit rasanya, Namun itu lah yang hanya bisa aku lakukan."
Perkataan itu cukup untuk membuat Riku bimbang, kata-kata itu seakan penuh dengan teka-teki.
Namun kata-kata terakhir ini membuat semuanya berubah.
"Jadi jangan ubah pandanganmu tentangku, Itu saja yang aku inginkan."
..hushh..
Hembusan angin berhenti seketika. Cahaya matahari yang tertutup awan mulai membebaskan diri,
begitu terang dan hangat menusuk punggung Riku.
Perasanya berubah menjadi Aneh, Detak jantungya menjadi lebih lambat.
Kata-Kata itu seakan menjadi sebuah sandiwara untuk kebohongan.
....Beberapa detik kemudian.
"Riku..."
Dengan suara Lembut Eliza perlahan melepaskan pegangan tangan Riku.
Ekspresinya begitu senang, air matanya keluar dengan sendirinya,
ia menangis dengan tersenyum, matanya seakan mengatakan tolong selamatkan aku.
Riku terdiam , kemarahanya tadi seakan menghilang. Air matanya masih mengalir, perasaanya tidak bisa di jelaskan saat
melihat ekspresi Eliza seperti itu.
Dengan lembutnya Eliza menyentuh wajah Riku dan mengusap air mata yang masih mengalir.
Tubuh Riku bergetar sasaat, Kebimbangan jelas terlihat di wajahnya.
Ia hanya bisa diam, pikiraanya saat ini benar-benar kosong, bahkan bisa diartikan bahwa waktu telah berhenti berputar.
Riku mengahadap kebawah , dengan wajah yang penuh kebimbangan mau mengutarakan sebuah kata-kata.
Eli--
Belum sempat Riku mengatakan kata-katanya, Eliza mendahului perkataan Riku.
"Sudahlah jangan menangis, dan selamat tinggal Riku, maafkan aku tidak menjadi cahayamu dan ....."
Dengan tersenyum Eliza perlahan menghilang menjadi butiran cahaya putih yang hilang di hembuskan angin.
"Eliza...."
"Eliza...."
"Eliza....!!!!"
Riku terjatuh dengan lutut menyentuh tanah, air mata yang baru saja hilang kini keluar kembali, tangisan ini tidak bisa ia hentikan.
Warna langit yang berubah menjadi jingga terasa waktu begitu cepat berlalu,
"Kumohon jangan tinggalkan aku Eliza,"
"Kumohon jangan tinggalkan aku seperti ini."
--Ia selalu menutup kesedihan yang ia rasakan dengan senyuman di wajahnya.
"Kenapa ?"
"Kenapa kau melakukan itu Eliza...!!!!"
Riku berteriak dengan keras, Seakan itu bisa di dengar oleh semua orang.
Tiba-tiba..
Semuanya berubah menjadi hitam seketika, tak ada cahaya yang ada hanya kegelapan.
Riku merasakan tubuhnya jatuh semakin dalam dengan kepala menghadap kebawah.
Tak ada yang bisa ia lihat seperti jatuh kedalam sebuah lobang tapa ujung yang dipenuhi oleh kesendirian.
"Eliza..."
Kata-kata terakhir yang terucap oleh Riku sebelum hilang ditelan kegelapan.
admin : english version will appear next week
The Light my Fire (indoneisa Light Novel)
Reviewed by Dimas Zacks
on
9:37 AM
Rating:
Reviewed by Dimas Zacks
on
9:37 AM
Rating:



Post a Comment